Fashion Show di London dalam Gelombang Panas, Brand Lokal Kami. Memilih Bahan Ramah Lingkungan

Fashion636 Dilihat

rizkysmg – Brand hijab lokal, Kami., memeriahkan panggung London Fashion Week Spring/Summer 2023-2024 dengan koleksi terbarunya. Mereka tidak hanya berfokus pada tren mode, tetapi juga peduli terhadap perubahan iklim yang tengah mempengaruhi Eropa, termasuk London yang sedang mengalami gelombang panas ekstrem.

Global warming, atau kenaikan suhu rata-rata di atmosfer, laut, dan daratan akibat perubahan iklim, adalah isu serius yang sedang terjadi di seluruh dunia. Eropa tidak luput dari dampaknya, dan saat ini, 16 kota di Eropa dilanda gelombang panas dengan suhu mencapai puncaknya hingga 48 derajat Celsius.

Istafiana Candarini, yang akrab disapa Irin dan merupakan pemilik brand Kami., telah merespons perubahan iklim ini dengan bijaksana. Irin telah mempertimbangkan pilihan bahan yang tepat untuk koleksi terbarunya yang ditampilkan di London Fashion Week.

“Ini adalah tantangan bersama bagi kita semua. Saya selalu peduli dengan lingkungan, dan itu menjadi lebih kuat setelah saya berkolaborasi dengan pengelolaan sampah di Jakarta. Selain dari menggeser produk kami menuju produk yang lebih ramah lingkungan, kami juga ingin produk kami lebih nyaman bagi konsumen,” ungkap Irin dalam sebuah wawancara baru-baru ini di Modinity Cafe, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.

Irin juga berbagi bahwa pabrik tekstil yang bekerjasama dengan brand Kami. terus berusaha untuk menghasilkan bahan yang nyaman, ringan, dan menyegarkan saat digunakan oleh konsumen.

“Semua pabrik tekstil kami telah berupaya untuk membuat produksi mereka lebih nyaman. Tapi kami juga berpikir tentang limbah. Tim kami yang akan berangkat ke Paris akan bertemu dengan salah satu pengelolaan sampah di sana. Mereka mengubah sampah menjadi batu bata,” jelasnya.

Terkait pengelolaan sampah yang menciptakan batu bata, Irin berharap brand Kami. juga bisa mengikuti langkah tersebut. Saat ini, mereka mengelola limbah kain dari produksi mereka dengan membuat scrunchie yang terbuat dari sisa bahan produksi.

“Scrunchie dan kunciran rambut kecil ini juga dibuat dari limbah kain kami. Kami berharap rekan-rekan desainer lainnya juga akan mengadopsi praktik yang sama,” tambahnya.

Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di Eropa, Irin memilih untuk menggunakan bahan tencel untuk koleksi terbarunya. Tencel adalah serat alami yang memiliki sirkulasi baik dan ramah lingkungan.

“Kami menggunakan bahan tencel untuk koleksi kami saat ini. Walaupun di Indonesia, banyak yang beranggapan bahwa katun adalah bahan yang lebih murah. Sebenarnya, bahannya lebih mahal, tetapi memang ada banyak alternatif yang lebih murah. Kami ingin memberikan pemahaman bahwa bahan berkualitas tinggi seperti katun atau tencel memiliki nilai lebih,” jelasnya.

Dengan kesadaran akan pentingnya penggunaan bahan ramah lingkungan dan langkah-langkah untuk mengurangi limbah, brand Kami. berupaya untuk tidak hanya menjadi pelopor dalam dunia mode, tetapi juga dalam menjaga bumi kita. Mereka memilih untuk berkontribusi dalam memperlambat perubahan iklim dengan tindakan nyata yang dapat menginspirasi brand lain untuk mengikuti jejak mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *