OJK Dorong Pemanfaatan Teknologi AI dan Big Data dalam Industri Asuransi

Insurance310 Dilihat

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Menggagas Pemanfaatan Teknologi AI dan Big Data untuk Transformasi Industri Asuransi

rizkysmg.com Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kini memberikan sorotan terhadap potensi teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Big Data dalam memajukan industri asuransi, baik dari segi operasional hingga pelayanan kepada nasabah. Dalam Indonesia Financial Sector Outlook 2024, Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Iwan Pasila, mengidentifikasi empat poin kunci yang dapat menjadi peluang pengembangan industri asuransi.

Meningkatkan Efisiensi Operasional dan Pelayanan dengan Teknologi AI dan Big Data

Iwan Pasila menegaskan bahwa selama ini, teknologi AI dan Big Data hanya dimanfaatkan untuk mendukung operasional perusahaan. Namun, potensi keduanya jauh lebih luas, dapat digunakan mulai dari proses underwriting hingga penyelesaian klaim nasabah. Menurutnya, peluncuran roadmap perasuransian menjadi momentum strategis untuk mengembangkan ekosistem digital di industri ini.

“Kami percaya bahwa ke depannya, AI dan Big Data dapat dikembangkan secara lebih luas untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi di industri asuransi,” ungkap Iwan.

Inovasi Produk Menjawab Kebutuhan Masyarakat

Selain teknologi, Iwan Pasila juga menyoroti perlunya inovasi dalam produk asuransi. Ia menekankan bahwa pemain asuransi di Indonesia perlu terus berinovasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sebagai contoh, isu dampak perubahan iklim sedang hangat diperbincangkan, dan asuransi dapat merespons dengan menciptakan produk yang melindungi dari risiko yang terkait.

“Ini bisa dilihat dari sisi climate change, semakin banyak preferensi, asuransi harus memikirkan produk yang sesuai dengan perjalanan hidup masyarakat. Kalau selama ini push factor yang dominan, mungkin kita harus mulai mempertimbangkan kebutuhan nasabah sebagai faktor utama,” ujar Iwan.

Faktor Lain yang Perlu Diperhatikan

Selain fokus pada teknologi dan inovasi produk, Iwan Pasila menyoroti dua faktor penting lainnya yang harus diperhatikan oleh pemain asuransi. Pertama, pendekatan dalam pelayanan pelanggan (customer service approach) yang baik, dan kedua, perluasan akses serta layanan. Kedua faktor ini diharapkan dapat membantu menumbuhkan kepercayaan masyarakat, sehingga mereka merasa nyaman dan yakin untuk membeli produk asuransi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *